TIMES SIMEULUE, PACITAN – Inspektorat Pacitan mulai menelisik dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan dengan menerjunkan tim auditor untuk mengklarifikasi persoalan dan memastikan duduk perkara tersebut.
Inspektur Daerah Kabupaten Pacitan, Mahmud, mengatakan proses pemeriksaan masih berjalan.
Hingga kini, Inspektorat belum bisa menyimpulkan apakah dugaan penyelewengan tersebut masuk kategori pelanggaran administrasi atau mengarah pada tindak pidana.
“Masih proses klarifikasi dan pendalaman. Kami minta semua pihak kooperatif agar pemeriksaan berjalan lancar dan fakta yang sebenarnya bisa terbuka,” ujar Mahmud kepada TIMES Indonesia, Selasa (13/1/2025).
Menurut Mahmud, pendalaman dilakukan dengan memeriksa dokumen pengelolaan keuangan desa sekaligus meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.
Sikap terbuka dari seluruh unsur desa sangat dibutuhkan agar pemeriksaan bisa segera tuntas. “Harapannya semua pihak bisa kooperatif saat dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Sebelumnya, dana desa yang diduga diselewengkan berasal dari penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dana tersebut disebut-sebut dipinjamkan kepada seorang anggota DPRD Pacitan asal Kecamatan Kebonagung saat proses pencalonan Pemilu Legislatif 2024.
Kaur Keuangan Desa Kabur
Kecurigaan semakin menguat setelah bendahara desa dilaporkan tidak masuk kantor lebih dari dua pekan.
Hingga kini, keberadaan yang bersangkutan belum diketahui, sementara hasil pemeriksaan Inspektorat masih ditunggu untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kaur Keuangan Pemerintah Desa Klesem, Erna Setyowati, diketahui meninggalkan tugas dengan membawa sejumlah uang sisa anggaran kegiatan, sebuah laptop, serta beberapa berkas penting desa.
Kepala Desa Klesem, Muhamad Mangsuri, menyebut Erna tidak masuk kantor sejak 10 Desember 2025. Kepergian tersebut, kata dia, tanpa pamit, bahkan kepada pihak keluarga.
“Tidak pamit sama sekali, bahkan ke keluarga sendiri,” ujar Mangsuri terpisah.
Menurut Mangsuri, tanda-tanda ketidakberesan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan terakhir.
Yang bersangkutan kerap tidak masuk kerja dan beberapa kali menghindar saat diminta hadir dalam pertemuan perangkat desa. “Sering tidak masuk, dan beberapa kali menghindar saat diajak bertemu perangkat desa lainnya,” katanya.
Upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak desa bersama keluarga. Namun hingga kini, belum ada kabar mengenai keberadaan yang bersangkutan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Inspektorat Pacitan Telisik Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |